Kenapa Dua Rumah dengan Luas Sama Bisa Terasa Berbeda?

Hi, Twocitizen!

Pernah nggak sih kamu lihat dua rumah dengan luas bangunan yang sama misalnya sama-sama 60 m², tapi begitu masuk ke dalamnya, rasanya kok beda banget?
Yang satu terasa lega dan nyaman, sementara yang satunya bikin pengap dan sempit. Padahal kalau dilihat di brosur atau di denah, ukurannya sama. Nah, disinilah banyak orang baru sadar kalau luas bangunan bukan satu-satunya hal yang menentukan nyaman atau nggaknya sebuah rumah. Ada beberapa faktor lain yang sering nggak kelihatan di awal, tapi sangat berpengaruh ke “rasa” saat rumah itu benar-benar ditempati. Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Tata Letak Ruangan (Layout)

Layout bisa dibilang jadi penentu utama. Dua rumah dengan luas yang sama bisa terasa sangat berbeda, tergantung bagaimana ruangannya diatur. Rumah dengan konsep ruang terbuka (openspace) misalnya ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang menyatu biasanya terasa lebih lega dan fleksibel untuk aktivitas sehari-hari.

Sebaliknya, terlalu banyak sekat, dinding, atau lorong bisa bikin rumah terasa sempit, walaupun ukuran bangunannya sama persis. Layout yang baik bikin setiap sudut rumah terasa kepakai, nggak ada ruang yang terasa “nanggung”.

2. Tinggi Plafon

Ini sering dianggap detail kecil, padahal efeknya cukup terasa. Plafon yang lebih tinggi biasanya bikin ruangan terasa lebih lapang dan nggak menekan. Udara juga cenderung lebih mudah mengalir. Sementara itu, plafon yang terlalu rendah apalagi kalau pencahayaannya kurang bisa bikin ruangan terasa sumpek tanpa disadari.

3. Pencahayaan Alami

Cahaya alami adalah salah satu faktor paling berpengaruh, dan sering kali jadi pembeda besar antar rumah. Rumah dengan bukaan jendela yang baik dan pencahayaan alami yang cukup biasanya terasa lebih luas, hangat dan hidup. Sebaliknya, rumah yang minim cahaya alami sering terasa lebih gelap dan sempit, walaupun luas bangunannya sama.

4. Sirkulasi Udara

Nyaman itu bukan cuma soal kelihatan bagus, tapi juga soal bagaimana rasanya saat ditinggali. Sirkulasi udara yang baik bikin rumah nggak terasa pengap, lebih sejuk dan lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
Penempatan jendela, ventilasi silang, dan arah angin punya peran besar di sini. Nah hal-hal kecil ini sering baru terasa penting setelah rumah ditempati.

5. Warna dan Material

Pilihan warna dan material juga ikut membentuk kesan ruang. Warna-warna terang biasanya bikin ruangan terasa lebih luas dan bersih. Material dengan finishing yang ringan atau bisa memantulkan cahaya juga membantu ruangan terasa lebih terbuka. Sebaliknya, penggunaan warna gelap dan material berat di ruang yang terbatas bisa membuat rumah terasa lebih sempit dari ukuran aslinya.

6. Furnitur dan Skala Ruang

Kadang, rumah terasa sempit bukan karena bangunannya kecil, tapi karena furniturnya terlalu besar atau nggak sesuai skala ruang. Furnitur yang pas ukurannya, multifungsi, dan ditata dengan rapi bisa bikin rumah terasa jauh lebih lega tanpa perlu menambah luas bangunan.

Jadi, Apa Intinya nih Twocitizen?

Intinya kenyamanan rumah nggak cuma soal angka luas bangunan. Layout yang efisien, pencahayaan alami yang cukup, dan sirkulasi udara yang baik punya peran besar dalam menciptakan ruang yang enak ditempati.

Ini juga yang diterapkan di perumahan The Wynwood Serpong loh, di mana setiap ruang dirancang supaya terasa fungsional, nyaman, dan bisa digunakan secara maksimal untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi, saat memilih rumah, jangan cuma lihat luasnya aja ya! Perhatikan juga kualitas ruangnya secara keseluruhan.

Semoga artikel ini bisa membantu twocitizen lebih peka dalam menilai sebuah rumah ya!

Next
Next

Seperti Apa Rumah yang Nyaman Buat Kamu? | Rumah Aesthetic di Tangerang